BOGOR||Radarpost.id
TAPSSAM Indonesia (The Art of Public Speaking, Storytelling with Acting Method) akan menggelar program budaya dan pengembangan karakter bertajuk “Sunda Nyambung Ka Jaman 2026” pada 26–28 Juni 2026 di Auditorium RRI Bogor.
Program yang mengusung tema “Menyuarakan Seni Tutur Sunda Melalui Storytelling dan Teknik Akting” ini menjadi upaya untuk menghidupkan kembali seni tutur Sunda melalui pendekatan pembelajaran modern yang menggabungkan public speaking, storytelling, dan seni peran.
Penggagas program sekaligus Kurator Pembelajaran TAPSSAM Indonesia, R. Rama Sastra Negara, S.Sn, mengatakan bahwa pelestarian budaya tidak cukup hanya dilakukan melalui dokumentasi, tetapi perlu dihadirkan kembali dalam praktik kehidupan masyarakat, khususnya generasi muda.

“Budaya tidak cukup hanya diwariskan, tetapi harus dihidupkan kembali dalam bahasa zaman. Sunda Nyambung Ka Jaman merupakan ikhtiar untuk menjembatani warisan leluhur dengan kebutuhan generasi hari ini melalui seni komunikasi yang hidup, relevan, dan inspiratif,” ujarnya.
Program ini lahir dari hasil penelitian budaya yang dilakukan melalui observasi lapangan, wawancara mendalam, dokumentasi audiovisual, penyusunan modul, hingga uji materi. Sejumlah tokoh budaya Sunda turut menjadi narasumber dalam proses penelitian tersebut, di antaranya Ugan Sugandi, Sanusi, R. Atang Supriatna, A. Drajat Iskandar, Rakeyan Said Iskandar, H. Muhammad Abdul Latief (Kak Mal), serta Abah Olot Raja Aya dari Kasepuhan Kampung Adat Urug.
Hasil penelitian tersebut kemudian menjadi dasar penyusunan kurikulum dan modul pelatihan yang akan digunakan selama kegiatan berlangsung.
Selama tiga hari pelaksanaan, peserta akan mendapatkan berbagai materi mulai dari seni tutur Sunda, dasar-dasar public speaking, teknik vokal dan artikulasi, storytelling edukatif, penghayatan karakter melalui teknik akting, hingga simulasi penampilan di atas panggung.
Program ini juga menghadirkan sejumlah narasumber dan fasilitator berpengalaman, antara lain H. Muhammad Abdul Latief, M.E.I., M.Pd (Kak Mal) sebagai pendongeng profesional dan akademisi pendidikan, serta A. Drajat Iskandar sebagai dalang, budayawan, dan inovator Wayang Bambu. Sementara pelatihan seni peran akan dipandu oleh Faridsyah Zikri, S.Sn dan Boy Idrus, A.Md.
Menariknya, program Sunda Nyambung Ka Jaman 2026 diselenggarakan secara gratis berkat dukungan Program Dana Indonesiana dan LPDP. Peserta yang mengikuti kegiatan ini telah melalui proses seleksi dan kurasi berdasarkan minat, komitmen, pengalaman, serta potensi untuk menjadi agen budaya di lingkungan masing-masing.
Melalui program ini, peserta tidak hanya memperoleh penguatan kemampuan komunikasi dan storytelling berbasis budaya Sunda, tetapi juga pengalaman tampil di atas panggung, penguatan karakter, peningkatan kepercayaan diri, sertifikat partisipasi, serta jejaring komunitas budaya.
TAPSSAM Indonesia berharap program ini dapat menjadi salah satu langkah nyata dalam menjaga keberlangsungan seni tutur Sunda agar tetap hidup, berkembang, dan mampu menjawab tantangan zaman.
Informasi Program
Sunda Nyambung Ka Jaman 2026
Tema: Menyuarakan Seni Tutur Sunda Melalui Storytelling dan Teknik Akting
Tanggal: 26–28 Juni 2026
Waktu: 08.00–17.00 WIB
Tempat: Auditorium RRI Bogor, Jl. Pangrango No. 34, Bogor Tengah, Kota Bogor
Penyelenggara: TAPSSAM Indonesia
Didukung oleh: Dana Indonesiana dan LPDP
Kolaborator: Endah Purwanti, Padepokan Wayang Bambu, Sanggar Obor Sakti, MQ Art Bamboo, RadarPost.id, Radio Republik Indonesia (RRI), dan Wana Kaweruh.
Kontak Media:
Email: sundanyambungkajaman@gmail.com
Instagram: @sundanyambungkajaman













