Depok || Radarpost.id
Wali Kota Depok, Dr. H. Supian Suri ikut angkat bicara soal tudingan yang menyebut aksi Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi membantu korban bencana gempa NTT hanyalah settingan atau rekayasa belaka.
Dikutip dari akun Instagram pribadinya, @bangsupian, Dirinya mengaku ikut langsung menampingi Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi untuk mendistribusikan bantuan dari warga Depok dan Jawa Barat.
“Disini saya sampaikan, kalau ada yang mengatakan bahwa KDM settingan, saya yakini dan saya menyaksikan sendiri semua tidak ada settingan,” kata Supian Suri dalam postingannya.
Supian bahkan menantang siapapun yang masih ngotot menyebut ini adalah settingan untuk melakukan pembuktian. Jika tuduhan itu benar maka ada hadiah Rp10 juta.
“Jadi buat warga-net ataupun siapapun yang berpikir masih settingan, ayo ikut dampingin Pak KDM (Kang Dedi Mulyadi) bersama saya, dan kalau dilihat atau dinyatakan settingan saya kasih hadiah Rp10 juta,” tuturnya.

“Yuk siapa yang mau ikut dampingin Pak KDM untuk berbuat berbaik kepada siapapun yang memang beliau berikan, terima kasih,” sambungnya.
Sebagai informasi, Pemerintah Kota (Pemkot) Depok memberikan bantuan senilai Rp500 juta untuk korban gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT).
Bantuan tersebut disalurkan bersama rombongan Pemerintah Provinsi Jawa Barat yang dipimpin langsung oleh Gubernur Jabar Dedi Mulyadi atau KDM, dengan total keseluruhan bantuan mencapai Rp4,5 miliar.

Penyaluran ini diserahkan langsung di lokasi terdampak gempa di NTT pada Jumat, 21 Agustus 2026 Hingga hari ke-8 pasca gempa utama bermagnitudo M7,7 yang mengguncang Flores pada 15 Agustus 2026, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan BMKG melaporkan bahwa korban meninggal dunia telah mencapai 87 jiwa, 1.298 orang luka-luka, dan 150.576 warga mengungsi.
Kemudian total rumah yang mengalami kerusakan akibat gempa bumi magnitudo 7,7 di Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), mencapai 53.971 unit. Rusak berat 19.006 unit, rusak sedang 11.777 unit, dan rusak ringan: 23.188 unit Kerusakan ini tersebar di tujuh kabupaten di wilayah NTT.
Kabupaten Manggarai Timur menjadi daerah yang paling parah terdampak dengan total 17.039 rumah rusak.
Proses pendataan, verifikasi, dan validasi lapangan oleh tim gabungan masih terus berjalan sehingga jumlah ini bersifat sementara, sampai saat ini masih berlangsung. (**).












