Cepat dan Akurat Hadirkan Fakta
Login

UPT Disdamkar dan Penyelamatan Bojongsari: Kolaborasi UMJ KKN, Atasi Tanggap Darurat Dilingkungan Kampus

banner 120x600

Depok || Radarpost.id

Unit Pelayanan Terpadu (UPT) Disdamkar dan Penyelamatan Sawangan-Bojongsari bersama Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ) Kolaborasi dengan Mahasiswa KKN memulai langkah besar lewat “Bencana Kebakaran”.

Momen ini digelar di Lapangan BSB bojongsari Baru, Kecamatan Bojongsari Kota Depok, pada Sabtu, 23 Agustus 2025 yang lalu.

Dengan 19 Mahasiswa UMJ yang sedang KKN dangan para petugas Disdamkar dan penyelamatan UPU Bojongsari, Untuk menyatukan Kekuatan untuk Kampus lebih Siap Bencana.

Dalam kegiatan tersebut, dilakukan penjelasan materi seputar mitigasi bencana kebakaran dan demonstrasi pemadaman api oleh tim dari Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Bojongsari.

Kepala UPT Disdamkar dan Penyelamatan Sawangan-Bojongsari Munadi mengatakan, acara berjalan dengan lancar dan penuh antusiasme dari para Mahasiswa.

Secara keseluruhan, acara ini tidak hanya edukatif tetapi juga interaktif, sehingga pesan-pesan tentang pentingnya mitigasi bencana dapat tersampaikan dengan efektif.

“Alhamdulillah, kami memberikan edukasi tentang bahaya kebakaran kepada Mahasiswa yang sedang melakukan Kuliah Kerja Nyata (KKN),” kata Munadi.

Kepala UPT Disdamkar dan penyelamatan Bojongsari Munadi, saat memberikan praktek lapangan cara menangani bencana kebakaran.

Munadi menyampaikan, bahwa dengan adanya sosialisasi mitigasi bencana seperti ini diharapkan para Mahasiswa Negeri bisa mengerti bahaya dari kebakaran itu sendiri.

Sosialisasi ini diharapkan dapat membekali peserta dengan pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan dalam menghadapi situasi darurat bencana.

Kehadiran Mahasiswa UMJ ini menunjukkan komitmen bersama dalam menciptakan lingkungan kampus yang lebih aman dan tanggap bencana.

“Ini langkah awal menuju ekosistem kampus yang benar-benar tangguh menghadapi bencana,” ujarnya.

Langkah ini penting, mengingat kompleksitas risiko bencana di Indonesia semakin tinggi, dari gempa bumi, banjir, hingga kebakaran hutan.

“Membangun Budaya Tanggap Darurat dilingkungan Kampus, menurut saya sangat baik ini menjadi langkah penting bagi mahasiswa yang peduli terhadap isu bencana, kesehatan, dan sosial,” ungkap Munadi.

“Inisiatif ini menandai komitmen nyata UMJ dalam menyiapkan generasi muda yang sadar risiko, cepat tanggap, dan mampu menjadi agen perubahan sosial di tengah ancaman bencana yang terus meningkat,” kata Munadi.

Munadi menjelaskan, Kesiapsiagaan bukan hanya tentang alat atau struktur, tapi tentang kesadaran kolektif yang ditanamkan sejak dari ruang kelas hingga ke tengah masyarakat.

“Dari sinilah, perubahan itu mulai digerakkan dari kampus, untuk Indonesia yang lebih siap, tangguh, dan tanggap terhadap segala kemungkinan,” Jelasnya.

“Kami bedepannya, kolaborasi akan terus diperluas, sistematis, dan terstruktur agar Kampus Tangguh Bencana tidak hanya jadi slogan, tapi menjadi budaya sehari-hari di UMJ,” pungkasnya. (**).