Jakarta // Radarpost.id
Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Cipinang terus memperkuat program pembinaan yang berorientasi pada pendidikan dan perubahan perilaku warga binaan. Salah satu langkah nyata dilakukan melalui penguatan budaya literasi yang mendapat dukungan dari Fraksi Partai NasDem DPR RI.
Sebanyak 1.158 buku diserahkan kepada Lapas Cipinang dalam kegiatan Gotong Royong Literasi yang berlangsung di Aula Bina Insan Lapas Cipinang, Jakarta Timur, Kamis (4/6/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri Ketua Komisi XIII DPR RI, Willy Aditya, Ketua Fraksi Partai NasDem DPR RI, Victor Laiskodat, Wakil Ketua MPR RI, Lestari Moerdijat, Wakil Ketua Komisi III DPR RI, Ahmad Sahroni, serta jajaran Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan.
Bantuan ribuan buku tersebut akan memperkaya koleksi bahan bacaan warga binaan sekaligus memperkuat keberadaan Komunitas Baca LENTERA (Lembar Nasihat Temukan Rasa) yang menjadi sarana belajar, berdiskusi, dan membangun wawasan selama menjalani masa pembinaan.
Kepala Lapas Kelas I Cipinang, Wachid Wibowo, menyampaikan apresiasi atas dukungan yang diberikan Fraksi Partai NasDem terhadap penguatan program literasi di lingkungan pemasyarakatan.
Menurutnya, buku memiliki peran strategis dalam membangun karakter, meningkatkan pengetahuan, dan menumbuhkan harapan baru bagi warga binaan.
“Kami mengucapkan terima kasih atas bantuan 1.158 buku yang diberikan. Buku bukan sekadar bacaan, tetapi jendela perubahan yang membuka wawasan dan memberikan kesempatan bagi warga binaan untuk terus belajar serta mempersiapkan masa depan yang lebih baik,” ujar Wachid.
Ia menegaskan bahwa pembinaan di Lapas Cipinang tidak hanya berfokus pada aspek keamanan, tetapi juga pengembangan kualitas sumber daya manusia melalui pendidikan dan literasi.
“Tembok lapas tidak boleh membatasi ilmu pengetahuan dan harapan. Kami ingin menghadirkan ruang belajar yang dapat membantu warga binaan menemukan kembali potensi terbaik dalam dirinya,” katanya.
Direktur Jenderal Pemasyarakatan, Mashudi, mengatakan dukungan berbagai pihak terhadap program literasi menjadi bagian penting dalam memperkuat sistem pembinaan modern di lembaga pemasyarakatan.
Menurutnya, pemasyarakatan saat ini tidak hanya berbicara soal pengamanan, tetapi juga tentang proses membina dan mempersiapkan warga binaan agar siap kembali ke masyarakat.
“Dukungan literasi seperti ini menjadi energi positif bagi warga binaan untuk terus berkembang dan menjadi pribadi yang lebih baik saat kembali ke tengah masyarakat,” ujar Mashudi.
Ketua Komisi XIII DPR RI, Willy Aditya, menilai gerakan literasi menjadi simbol kepedulian untuk memberikan kesempatan kedua kepada warga binaan.
Ia berharap bantuan buku tersebut mampu meningkatkan minat baca sekaligus memperluas wawasan para warga binaan selama menjalani masa pidana.
“Setiap orang memiliki kesempatan untuk berubah. Buku dapat membuka cara berpikir baru, memperluas wawasan, dan menghadirkan harapan untuk masa depan yang lebih baik,” katanya.
Sementara itu, Ketua Komunitas Baca LENTERA berinisial YND mengaku bantuan buku tersebut menjadi motivasi besar bagi warga binaan untuk terus mengembangkan budaya membaca di dalam lapas.
Menurutnya, keberadaan komunitas literasi membuktikan bahwa proses belajar tidak berhenti meski berada di balik tembok pemasyarakatan.
“Buku membuat kami melihat dunia lebih luas, mendapatkan inspirasi, dan menjaga harapan untuk menjadi pribadi yang lebih baik,” ujarnya.
Melalui dukungan 1.158 buku dari Fraksi Partai NasDem, Lapas Cipinang optimistis program literasi dan pembinaan warga binaan akan semakin berkembang sehingga mampu menciptakan individu yang berpengetahuan, berkarakter, dan siap kembali berkontribusi positif bagi masyarakat.













