Cepat dan Akurat Hadirkan Fakta
Login
Berita, TNI  

Waspada Virus Hanta, Ancaman dari Tikus yang Bisa Serang Paru dan Ginjal

banner 120x600

Jakarta || Radarpost.id

Masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap penyebaran Hantavirus Infection yang ditularkan melalui tikus dan hewan pengerat lainnya. Virus ini diketahui dapat memicu gangguan kesehatan serius pada manusia, terutama menyerang paru-paru dan ginjal.

Dalam kondisi berat, infeksi Virus Hanta bahkan berpotensi mengancam jiwa apabila tidak segera ditangani. Risiko penularan disebut lebih tinggi di lingkungan dengan populasi tikus tinggi dan sanitasi yang kurang baik.

Motivator kesehatan sekaligus pakar kesehatan masyarakat, Jusuf Kristianto, mengatakan masyarakat perlu lebih waspada terhadap area-area yang rentan menjadi tempat berkembangnya tikus. “Lingkungan seperti gudang, pasar, area pertanian, rumah kosong, atau tempat lembap yang banyak tikus menjadi lokasi yang perlu diwaspadai,” ujarnya.

Menurutnya, Virus Hanta tidak menular melalui interaksi sosial sehari-hari maupun makanan biasa. Penularan paling sering terjadi akibat paparan kotoran, urine, atau air liur tikus yang terinfeksi.

Virus dapat menyebar ketika debu yang telah terkontaminasi kotoran tikus terhirup melalui saluran pernapasan. Selain itu, kontak langsung dengan sarang tikus tanpa alat pelindung juga meningkatkan risiko infeksi. Dalam beberapa kasus, gigitan tikus yang terinfeksi dapat menjadi sumber penularan.

Gejala awal biasanya muncul satu hingga dua minggu setelah paparan. Penderita umumnya mengalami demam tinggi mendadak, sakit kepala, nyeri otot, tubuh lemas, mual, dan muntah.

Jika kondisi memburuk, pasien dapat mengalami sesak napas, batuk, nyeri dada, gangguan ginjal, penurunan trombosit, hingga tekanan darah menurun. Pada kondisi berat, infeksi dapat menyebabkan gangguan paru serius yang membutuhkan perawatan intensif.

Kelompok yang memiliki risiko lebih tinggi terpapar Virus Hanta antara lain petugas kebersihan, pekerja gudang, petani, peternak, peneliti lapangan, hingga masyarakat yang tinggal di lingkungan dengan populasi tikus tinggi. Selain itu, orang yang membersihkan rumah kosong atau gudang lama tanpa menggunakan alat pelindung juga diminta lebih berhati-hati.

Untuk mencegah penyebaran Virus Hanta, masyarakat dianjurkan menjaga kebersihan rumah dan lingkungan, rutin membuang sampah, serta menghindari penumpukan barang yang dapat menjadi sarang tikus. Warga juga disarankan menutup lubang atau celah rumah, menyimpan makanan dalam wadah tertutup, dan menjaga kebersihan saluran air.

Saat membersihkan area yang terdapat kotoran tikus, masyarakat dianjurkan menggunakan masker, sarung tangan, dan sepatu tertutup. Kotoran tikus juga tidak disarankan dibersihkan dengan cara disapu dalam kondisi kering karena dapat membuat debu yang mengandung virus beterbangan di udara.

Cara yang dianjurkan adalah menyemprot area terlebih dahulu menggunakan cairan disinfektan, kemudian membersihkannya menggunakan kain atau tisu basah. Dr. Jusuf Kristianto mengingatkan masyarakat untuk segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan apabila mengalami demam tinggi, sesak napas, nyeri otot berat, serta memiliki riwayat kontak dengan tikus atau kotorannya. “Deteksi dan penanganan dini sangat penting untuk mencegah komplikasi yang lebih berat,” katanya.

Ia juga mengajak masyarakat menjadikan kebersihan lingkungan sebagai bagian penting dalam menjaga kesehatan keluarga. “Lingkungan bersih, keluarga sehat, terhindar dari Virus Hanta,” tutupnya.