Cepat dan Akurat Hadirkan Fakta
Login

Anggota DPRD Depok Binton Nadapdap, Kelestarian Lingkungan Pengembang Perumahan Wajib Tanam Pohon

banner 120x600

Depok || Radarpost.id

Anggota DPRD Kota Depok Binton Nadapdap, S.Sos., MM menghadiri kegiatan pembekalan penetua sekaligus menanam 900 pohon secara simbolis di HKBP Resort Cinere, Kecamatan Cinere, Kota Depok, Jumat (27/6/2025).

Kegiatan penanaman pohon ini dihadiri sejumlah tokoh, antara lain Kepala Departemen HKBP pusat Pendeta Bernad Manik, ibu Paraeses, Pendeta Ridoi Batubara, dan Pendeta Resort Rahmat Lumbantobing. Kemudian Ketua Parartaon St. Binton Nadapdap, St. Haposan, Napitupulu, dan St. Sanggam Simorangkir dan tokoh lainnya.

Anggota DPRD Dorong Dalam setiap pembangunan perumahan baru di Kota Depok mewajibkan penanaman satu pohon di setiap rumah. Begitu pula kepada para pengembang perumahan untuk mentaati terhadap aturan tata ruang karena jika dilanggar maka dampaknya akan terjadi banjir maupun longsor.

“Nanti kedepannya jika terjadi banjir dan longsor maka dampaknya ke kami juga untuk minta perbaikan,” kata Ketua Parartaon Gereja HKBP Wilayah I Distrik XXVIII Deboskab, Binton Nadapdap, Jumat (27/06/2025).

Binton mengatakan, semangat pelestarian lingkungan harus menjadi bagian dari pelayanan gereja dan kehidupan sehari-hari umat.

Ketua Parartaon Gereja HKBP Wilayah I Distrik XXVIII Deboskab, Binton Nadapdap, memberikan satu buah pohon yang ditanam di sekitar lahan Gereja, Jumat (27/06/2025).

Menurut Binton, aturan itu penting untuk menyeimbangkan pesatnya pembangunan perumahan dengan keberlanjutan lingkungan. “Jangan hanya diwajibkan menyediakan lahan makam, tetapi wajib juga satu rumah minimal tanam satu pohon. Ini harapan saya agar bisa dimasukan dalam Perda,” tegasnya.

Sebagai anggota Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) DPRD Kota Depok, Binton menyebut akan menyampaikan inisiasi ini bisa diberlakukan di kota Depok agar pengembang properti turut bertanggung jawab dalam upaya penghijauan.

“Kami menilai, selama ini banyak perumahan dibangun dengan meratakan seluruh area, tanpa mengganti kembali pohon-pohon yang ditebang,” Jelasnya. .

Penanaman pohon, kata Binton, bukan hanya soal estetika, tetapi bagian dari mitigasi bencana. “Sering terjadi pohon tumbang, banjir, karena tidak ada penghijauan kembali. Ini penting untuk ketahanan lingkungan, bahkan bagian dari ketahanan pangan, tergantung pohon apa yang ditanam,” ungkapnya.

Penanaman pohon ini mendapatkan bantuan dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).
“Kita didistribusikan ke seluruh gereja resort di bawah Distrik XXVIII, meliputi wilayah Depok, Bogor, Sukabumi, hingga Kalimantan Barat. Perwakilan gereja yang hadir diminta menanam pohon tersebut bersama jemaat di masing-masing lokasi,” tandas Binton.

Binton juga menyampaikan apresiasi atas dukungan dari KLHK dalam program penghijauan ini. Ia berharap sinergi serupa dapat diperluas dengan melibatkan Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Pertanian, serta Dinas Perikanan Kota Depok.
“Kalau semua warga peduli tanam pohon, ini bisa jadi gerakan besar,” ucapnya.

Dirinya menambahkan, pengumuman pembagian pohon akan dibacakan secara resmi di setiap gereja dalam bentuk warta jemaat. “Akan diumumkan bahwa gereja menerima pohon dan akan menanam bersama jemaat. Ini penting untuk menumbuhkan rasa memiliki dan tanggung jawab bersama menjaga lingkungan,” jelasnya.

Binton kembali menegaskan komitmennya mendorong regulasi yang berpihak pada pelestarian lingkungan. “Depok berkembang pesat, tapi jangan sampai alamnya rusak. Harus ada keseimbangan. Kita butuh udara bersih, resapan air, dan ruang hijau,” katanya.

Dengan langkah konkret ini, Binton berharap penghijauan tak hanya menjadi program seremonial, tetapi menjadi kebiasaan baru di setiap komunitas, termasuk dalam proses pembangunan perumahan.

“Kami ucapkan terima kasih kepada KLHK atas dukungannya. Kami berharap pohon-pohon ini tidak sekadar ditanam, tapi juga dirawat. Karena menjaga bumi adalah bentuk ibadah juga,” pungkasnya. (**).