Cepat dan Akurat Hadirkan Fakta
Login

Vinessa Inez Akui Terbawa Peran Aisyah, Marcell Darwin Ungkap Kompleksitas Farid di Dalam Sujudku

film ini menghadirkan kisah nyata tentang dinamika rumah tangga, ujian kehidupan, hingga pencarian makna spiritual yang relevan dengan kehidupan masyarakat.(Rr)
banner 120x600

Jakarta|| Radarpost.id

Momen screening film Dalam Sujudku menjadi ajang pembuktian totalitas akting para pemainnya, terutama Vinessa Inez dan Marcell Darwin yang sama-sama mengaku mengalami pendalaman karakter yang cukup intens selama proses produksi.

Dalam film ini, Vinessa memerankan Aisyah, sosok perempuan yang menjalani perjodohan dengan konflik batin yang kuat. Ia mengungkapkan bahwa keterlibatan emosionalnya sudah terbangun sejak awal proses reading hingga akhirnya ditampilkan secara utuh di layar saat screening.

“Sejak awal reading sampai syuting, emosi itu benar-benar kebawa. Pas lihat hasilnya di screening, rasanya seperti mengulang lagi perjalanan Aisyah,” ujar Vinessa.

Ia menambahkan, karakter Aisyah bukan hanya menuntut penghayatan, tetapi juga kejujuran emosi agar pesan yang disampaikan bisa sampai ke penonton. Menurutnya, pengalaman tersebut menjadi salah satu peran paling menantang dalam kariernya.

Menariknya, meski Vinessa Inez dan Marcell Darwin diketahui pernah terlibat dalam proyek yang sama sebelumnya, keduanya mengaku Dalam Sujudku menghadirkan tantangan baru.

Pendalaman karakter yang lebih kompleks serta dinamika hubungan yang lebih emosional membuat mereka harus membangun kembali chemistry dari sudut yang berbeda.

Sementara itu, Marcell Darwin yang memerankan Farid juga mengungkapkan pengalaman serupa. Karakternya digambarkan sebagai suami dengan konflik rumah tangga dan pergulatan batin untuk berubah menjadi lebih baik.

(Ist)

“Farid itu bukan karakter yang mudah. Ada banyak sisi yang harus dipahami, termasuk bagaimana dia belajar dari kesalahan,” kata Marcell saat ditemui usai screening.

Ia bahkan mengaku sempat merasa deg-degan saat menyaksikan hasil akhir film tersebut, mengingat perannya cukup kompleks dan emosional. Namun, ia berharap karakter Farid bisa menjadi refleksi bagi penonton tentang dinamika rumah tangga dan proses memperbaiki diri.

Di sisi lain, sutradara Rico Michael mengungkapkan bahwa ide film Dalam Sujudku lahir dari perjalanan panjangnya di industri perfilman yang telah ia jalani lebih dari dua dekade. Ia memulai karier dari film horor sekitar 2006–2007, sebelum mengeksplorasi berbagai format lain seperti iklan, web series, hingga company profile.

“Pada dasarnya saya adalah seorang storyteller. Jadi dorongan untuk bercerita itu selalu ada,” ujar Rico.

Ia juga menjelaskan bahwa inspirasi utama film ini berasal dari kisah nyata yang ia dengar langsung dari seorang kenalan. Cerita tersebut berkisah tentang seorang istri yang memilih memahami perselingkuhan suaminya, alih-alih merespons dengan kemarahan.

Menurut Rico, pendekatan cerita yang diangkat dalam Dalam Sujudku berusaha menghadirkan sudut pandang yang lebih dalam tentang makna kesabaran, keikhlasan, dan proses spiritual dalam menghadapi ujian rumah tangga.

Film ini pun diharapkan tidak hanya menyentuh sisi emosional penonton, tetapi juga memberikan refleksi tentang cara menyikapi konflik kehidupan dengan hati yang lebih tenang dan bijak.