Depok || Radarpost.id
Ayodya Pala Art Center yang aktif dan konsisten dalam Pendidikan, Pelestarian dan Pengembangan Seni Budaya Tradisional Nusantara akan mengadakan Pagelaran Seni dalam rangka Ujian kenaikan tingkat,siswa Seni Tari, Seni Musik dan Seni Vokal.
Acara berlangsung di Atrium Pesona Square, Kota Depok dimulai sejak tanggal, 23,29, 30 Nopember dan pentas seninya pada 14, 20, 21 Desember 2025, diikuti oleh 1850 sewa/siswi dari 43 cabang se-Jabodetabek.
“Kegiatan itu kami tujukan untuk peserta mulai usia 3-20 tahun yang berasal dari 43 cabang Ayodya Pala se-Jabodetabek,” ujar Manager Komunikasi dan Marketing Ayodya Pala Art Center, Baas Cihno Sueko.
Baas Cihno Sueko, hal ini menjadi ajang evaluasi kemampuan siswa dan promosi seni budaya Indonesia. Fungsi Utama Pagelaran Seni Ayodya Pala adalah Evaluasi & Penilaian, menguji penguasaan materi tari, musik, dan vokal sesuai kurikulum Ayodya Pala oleh juri profesional untuk menentukan kelulusan siswa ke jenjang berikutnya.
“Kegiatan ini wajib diikuti oleh seluruh siswa Ayodya Pala Art Center dan dilaksanakan setiap enam bulan sekali, sesuai kurikulum yang sudah ditentukan serta untuk melatih keberanian dan rasa percaya diri siswa,” ucap Baas.

Baas lebih lanjut mengatakan, kelulusan para peserta ujian tidak diumumkan seusai ujian. Saat tampil, peserta ujian tari dinilai dewan juri. Tim penilai dan Penguji akan menyaksikan hasilnya.
“Jadi seusai tampil, semua peserta langsung meninggalkan arena, menunggu hasilnya dari juri,” kata Suami Dra. Budi Agustina Sueko ini.
Sementara itu Salah satu peserta Natasha Kayla Putri, dari sanggar tari cabang Ayodyapala Pondok Rajeg, menyampaikan apresiasi semua peserta ujian tari oleh Ayodya Art Center pun telah ikuti ujian kenaikan tingkat.
“Iya saya menampilkan Tari Topeng Tunggal dan Tari Wira Pertiwi,” ucap Natasha.
Natasha yang masih menjadi pelajar di SMA Plus PGRI Cibinong kelas X 7, menyatakan bahwa ujian ini memberikan kesempatan kepada peserta untuk menyaksikan langsung kemampuan siswa/siswi yang tergabung di Ayodyapala.
“Jadi profesi sebagai penari sangat menjanjikan ke depannya,” kata Natasha.
Acara ini menurut Natasha, menandai pencapaian kurikulum dan komitmen Ayodya Pala dalam melestarikan seni tradisional Nusantara.

Ia pun berusaha keras belajar. “Saya ingin memastikan bahwa saya bisa menampilkan tarian yang terbaik dengan cara yang berkesan,” ujarnya.
Bagi Natasha Anak ke 3 dari bpk Sabdo dan ibu Islamiyah, bisa menjadi bagian ajang ini merupakan pencapaian besar. “Tidak banyak orang yang bisa mengikutinya. Masuk saja sudah membuat saya sangat bersyukur. Ini adalah momen yang membanggakan bagi saya, dan keluarga,” kata Natasha.
Ia mengaku belajar banyak seni tari termasuk tarian tradisional dari berbagai daerah dan berbagai suku di Indonesia. Seperti belajar tari Sunda, Betawi, Bali, Aceh, Jawa Tengah, Padang, dan Papua.
Hal ini bisa memahami kekayaan budaya daerah lain, dan mendapatkan ilmu baru dari kelas-kelas seperti catwalk, beauty, public speaking, serta olah tubuh dan menari.
Namun, hal yang paling berkesan bagi Natasha adalah interaksi dengan penari, instruktur bahkan saling mendukung tanpa memandang latar belakang apa pun.

Persaingan yang sehat katanya, justru membuat mereka belajar satu sama lain, menciptakan relasi kuat, dan berbagi kekayaan budaya tradisional.
Natasha juga mengucapkan terima kasih kepada kedua orang tua yang telah mendukung perjalanannya, memberikan doa dan semangat. “Ini adalah energi besar yang membuat saya bisa tampil maksimal,” ucapnya.
Ia menutup dengan harapan bahwa langkahnya ini bisa menginspirasi lebih banyak orang untuk terlibat dalam pelestarian budaya. Dengan semangat yang ia miliki, Natasha telah membuktikan bahwa generasi muda dapat menjadi garda terdepan dalam menjaga dan melestarikan budaya Indonesia.
“Saya akan terus belajar, menginspirasi, dan memberikan yang terbaik untuk kedua orang tua saya,” tutur Natasha.
Dilain tempat Ketua Sanggar Ayodyapala Cabang Pondok Rajeg Cibinong Bogor, Rita Harsanti menyampaikan, rasa bangga terhadap anak-anak didiknya yang turut ambil bagian dalam pentas kenaikan tingkat.
Rita yang punya alamat sanggarnya di GOR Widiatama Pondok Rajeg Cibinong Kabupaten Bogor menilai, kegiatan seperti ini bukan sekadar ajang seni, tetapi juga sarana pendidikan karakter dan pelestarian budaya bangsa sejak usia dini.
“Saya sangat bangga. Kegiatan ini luar biasa karena mengajarkan anak-anak untuk mencintai budaya Indonesia, mereka menunjukan kemampuannya dimana mereka selama berlatih di sanggarnya,” ujar Rita.
Rita memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada anak-anak didiknya, para guru, orang tua, serta tim kreatif Sanggar Ayodya Pala.
“Selamat untuk seluruh anak-anak hebat Ayodya Pala pondok rajeg. Karena semangat dan kecintaan terhadap budaya, mereka mampu menghadirkan pertunjukan yang luar biasa dan membanggakan Sanggarnya,” tuturnya, dengan senyum bangga.
Orang tua Natasha yaitu Sabdo menyampaikan harapan, kegiatan berkesenian, khususnya menari tarian tradisional Indonesia, di kalangan remaja tetap bergairah sebagai perbelanjaan untuk lebih berkembang baik kemampuan karakter individu terhadap anak-anak untuk berprestasi. (**).













