Jakarta|| Radarpost.id
Pimpinan Pusat Gerakan Pekerja dan Buruh Indonesia Raya (PP-GPBI) melakukan silaturahmi dengan Anggota DPR RI Komisi IX, Obon Tabroni, di Gedung DPR/MPR RI, Jakarta, Rabu (15/4), dalam upaya memperkuat sinergi antara gerakan buruh dan representasi politik di parlemen.
Ketua Umum PP-GPBI, Binson Purba, mengatakan pertemuan tersebut menjadi langkah strategis untuk mendorong kolaborasi yang lebih kuat antara organisasi buruh dan wakil rakyat, khususnya dalam memperjuangkan kepentingan pekerja di tingkat nasional.
“Kami memandang penting adanya kolaborasi yang kuat antara gerakan buruh dan parlemen. Silaturahmi ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat gerakan sayap partai agar lebih responsif terhadap kebutuhan buruh,” ujar Binson.
Ia menegaskan komitmen GPBI untuk terus memperjuangkan hak-hak pekerja serta memastikan aspirasi buruh menjadi bagian penting dalam proses perumusan kebijakan nasional.
Pertemuan tersebut turut dihadiri jajaran pengurus PP-GPBI, di antaranya Haris Isbandi, Haris Manalu, Oberlian, Hilman Firmansyah, Sri Rejeki, dan Jajat Sudrajat.
Dalam diskusi yang berlangsung hangat, kedua pihak membahas sejumlah isu strategis, seperti ketenagakerjaan, perlindungan hak buruh, hingga pentingnya membangun kekuatan politik buruh yang solid dan terorganisir.
Sementara itu, Obon Tabroni menyambut baik inisiatif silaturahmi tersebut sebagai bagian dari konsolidasi kekuatan buruh di Indonesia. Ia menilai gerakan buruh memiliki peran penting dalam demokrasi dan pembangunan ekonomi nasional.
“Ke depan, kita harus memperkuat sinergi antara gerakan buruh dan jalur legislatif agar kebijakan yang dihasilkan benar-benar berpihak pada kesejahteraan buruh. Saya siap mendorong aspirasi buruh di parlemen,” katanya.
Obon juga menekankan pentingnya penguatan peran organisasi sayap partai sebagai instrumen perjuangan politik yang efektif dalam menyalurkan aspirasi masyarakat pekerja.
PP-GPBI merupakan organisasi sayap dari Partai Gerindra yang memiliki tugas dan fungsi dalam pengembangan basis massa buruh. Melalui koordinasi dan konsolidasi internal, organisasi ini berperan dalam memperluas jangkauan partai sekaligus memperkuat struktur dan kinerja elektoral.
Selain itu, organisasi sayap partai juga memiliki fungsi strategis dalam penyaluran aspirasi, pendidikan politik, kaderisasi, serta menjaga stabilitas internal dan nasional.
Pertemuan ini diharapkan menjadi awal dari kerja sama yang lebih intensif dan berkelanjutan dalam memperjuangkan kesejahteraan buruh serta memperkuat posisi gerakan buruh dalam dinamika politik nasional.













