Cepat dan Akurat Hadirkan Fakta
Login

Lapas Cipinang Perkuat Kompetensi Petugas Lewat Inovasi SMART PAS

Kalapas Cipinang Dr. Syarpani membuka Knowledge Sharing SMART PAS untuk memperkuat kompetensi dan profesionalisme petugas pemasyarakatan.(Iatimewa)
banner 120x600

Jakarta // Radarpost.id

Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Cipinang terus berinovasi dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM). Salah satunya melalui kegiatan Knowledge Sharing SMART PAS (Sistem Manajemen Aparatur Resilien dan Terampil Pemasyarakatan) yang digelar di Aula Lapas Kelas I Cipinang, Jumat (24/7/2026).

Program ini menjadi wadah bagi para petugas untuk saling berbagi pengetahuan, pengalaman, serta praktik terbaik guna meningkatkan profesionalisme dalam menghadapi tantangan tugas pemasyarakatan yang semakin kompleks.

Mengusung tema “Membangun Petugas Pemasyarakatan yang Profesional, Resilien, dan Komunikatif”, kegiatan menghadirkan materi mengenai kesejahteraan psikologis pegawai, penguatan pemahaman asas-asas pemasyarakatan, hingga strategi komunikasi publik sebagai bagian dari upaya membangun citra positif institusi.

Kepala Lapas Kelas I Cipinang, Dr. Syarpani, menegaskan bahwa peningkatan kualitas petugas harus dilakukan secara berkelanjutan agar mampu mengikuti perkembangan zaman dan tuntutan pelayanan publik.

“Tantangan pemasyarakatan terus berkembang sehingga kompetensi petugas tidak boleh berhenti berkembang. SMART PAS kami bangun sebagai sistem pembelajaran internal agar pengetahuan, pengalaman, dan praktik baik menjadi kekuatan organisasi dalam meningkatkan kualitas pelayanan dan pembinaan,” ujar Syarpani.

Menurutnya, budaya belajar dan berbagi pengalaman menjadi modal penting untuk menciptakan aparatur pemasyarakatan yang profesional, adaptif, serta berintegritas.

Sementara itu, Kepala Bagian Tata Usaha yang juga Action Leader SMART PAS, Ari Budiningsih, menjelaskan bahwa SMART PAS dirancang sebagai sistem manajemen pengetahuan (knowledge management) yang memungkinkan seluruh materi, pengalaman, dan praktik terbaik terdokumentasi dengan baik.

“SMART PAS bukan sekadar pelatihan. Ini adalah sistem yang memastikan setiap pengetahuan dapat disimpan, diakses, dan dimanfaatkan kembali sehingga budaya belajar terus tumbuh di lingkungan kerja,” kata Ari.

Salah seorang peserta, Rizal Dzibran, mengaku mendapatkan banyak wawasan baru, terutama mengenai pentingnya menjaga ketahanan psikologis saat bekerja, memahami prinsip-prinsip pemasyarakatan, serta meningkatkan kemampuan komunikasi kepada masyarakat.

Ia menilai materi yang disampaikan sangat relevan dengan kondisi di lapangan dan dapat langsung diterapkan dalam pelaksanaan tugas sehari-hari.

Melalui SMART PAS, Lapas Kelas I Cipinang berharap mampu melahirkan aparatur pemasyarakatan yang semakin profesional, tangguh, komunikatif, dan siap memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

Program ini juga menjadi bagian dari transformasi Lapas Cipinang menuju organisasi pembelajar (learning organization) yang mendukung Pemasyarakatan Kerja Nyata, Pelayanan PRIMA, serta implementasi 15 Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan Tahun 2026.