Cepat dan Akurat Hadirkan Fakta
Login

Launching KMP Kelurahan Oleh Presiden Prabowo, Kata Pradi Supriatna Jadi Kemandirian dan Kekuatan Ekonomi Masyarakat

banner 120x600

Depok || Radarpost.id

Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, secara resmi meluncurkan program Kelembagaan 80.000 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih di Kabupaten Wonosari, Klaten, Jawa Tengah.

Sedangkan Jawa Barat berlangsung di Desa Hambalang di Kecamatan Citeureup, Kabupaten Bogor, menjadi titik penting bagi gerakan ekonomi desa/Kelurahan resmi diluncurkan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) secara serentak di Jawa Barat.

Peluncuran ini mendapat apresiasi tinggi dari Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Jawa Barat (Jabar), Pradi Supriatna, menilai inisiatif tersebut sebagai wujud nyata dari semangat gotong royong, kemandirian Desa/Kelurahan, serta sinergi antara Negara, Desa, Kelurahan dan Rakyat.

Menurut pandangan H. Pradi KDKMP bukan sekadar Koperasi biasa.
“Ini adalah pusat ekonomi rakyat yang berdiri di atas semangat gotong royong, digitalisasi, dan kemandirian Kelurahan,” kata Pradi, Senin (21/07/2025) ketika ditemui radarpost.id, usai menghadiri peluncuran KKMP oleh Presiden Prabowo, di Kelurahan Mampang Kecamatan Pancoran Mas Kota Depok.

Wakil Walikota Depok Chandra Hermansyah, anggota DPRD Provinsi Jawa Barat Pradi Supriatna, Anggota DPRD Kota Depok Edi Masturo, perwakilan Kodim 0508 Depok, dan Ketua KMP Mampang Iwan saat menyaksikan peluncuran KKMP oleh Prabowo di KMP kel. Mampang.

Pradi meyakini, bahwa kehadiran KDKMP mampu membangkitkan potensi ekonomi desa/Kelurahan yang selama ini belum tergarap optimal.

Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih Mampang itu sendiri sudah aktif menjalankan 8 jenis gerai usaha, yakni gerai sembako, klinik, toko obat murah, pupuk, logistik dan pergudangan, gas elpiji bersubsidi, pembayaran digital, serta simpan pinjam.

Menariknya, dalam pengembangan gerai tersebut, KDKMP didukung oleh sejumlah BUMN strategis seperti PT Pertamina, BRI, Perum Bulog, Pos Indonesia, PT Pupuk Indonesia, ID Food, dan Kimia Farmasi.

Menurut Pradi, Koperasi ini menunjukkan semangat partisipasi warga yang tinggi. Sumber modal berasal dari simpanan pokok dan wajib anggota, serta kerja sama dengan BUMN.

Dalam operasionalnya, KDKMP memanfaatkan aset milik pemkot baik berupa bangunan maupun lahan fasilitas, yang dikelola sesuai dengan regulasi aset.

H. Pradi yang juga sebagai Anggota Komisi Satu, menyampaikan bahwa program ini sejalan dengan visi pembangunan ekonomi Daerah yang berbasis pada kekuatan lokal.

Pradi berharap KDKMP menjadi role model bagi desa-desa dan Kelurahan di Jawa Barat, sekaligus mendorong kebijakan yang mendukung koperasi sebagai instrumen utama pembangunan ekonomi rakyat.

“Ini juga menjadi simbol bahwa semangat Nasionalisme bisa diwujudkan dalam bentuk nyata membangun dari desa/kelurahan untuk Indonesia yang lebih mandiri dan sejahtera,” tutup Pradi. (**).