Cepat dan Akurat Hadirkan Fakta
Login

Menteri Transmigrasi Kunjungi Rempang, Serahkan 1.000 Bingkisan Lebaran dari Presiden

Di penghujung bulan Ramadan, Menteri Transmigrasi M. Iftitah Sulaiman Suryanagara melakukan kunjungan selama tiga hari dua malam ke Pulau Rempang, Batam.
Menteri Transmigrasi Serahkan Bantuan Lebaran Presiden untuk Warga Rempang
banner 120x600

Batam || Radarpost.id

Di penghujung bulan Ramadan, Menteri Transmigrasi M. Iftitah Sulaiman Suryanagara melakukan kunjungan selama tiga hari dua malam ke Pulau Rempang, Batam. Kunjungan ini bertujuan untuk berdialog dengan masyarakat serta menyerahkan 1.000 bingkisan Lebaran dari Presiden Prabowo kepada warga, baik yang bersedia mengikuti transmigrasi lokal maupun yang masih menolak.

Begitu tiba di Bandara Hang Nadim Batam pada Sabtu (29/3), Menteri Transmigrasi yang didampingi Wali Kota Batam, Amsakar Ahmad, langsung menuju Pasar Kuliner Batam (Pakuba). Di sana, ia berdialog dengan puluhan warga Rempang yang telah setuju untuk pindah ke kawasan permukiman Rempang Eco City di Tanjung Banon. Saat ini, mereka masih menunggu penyelesaian rumah-rumah baru mereka di lokasi tersebut.

Dalam dialog tersebut, warga meminta agar fasilitas pendidikan disediakan serta kompensasi yang mereka terima tidak dipotong untuk biaya rumah. Menanggapi hal ini, Menteri Iftitah menegaskan bahwa pemerintah telah menyiapkan beasiswa bagi anak-anak transmigran untuk berkuliah di kampus-kampus ternama seperti ITB, IPB, dan UGM, tanpa harus jauh-jauh ke Pulau Jawa. Ia juga menyatakan telah berdiskusi dengan para rektor untuk mengembangkan pola perkuliahan di kawasan transmigrasi.

Sementara itu, Wali Kota Batam berjanji bahwa fasilitas SD, SMP, dan SMA bagi warga yang dipindahkan akan selesai tahun ini. Ia juga akan meninjau kembali aturan terkait pemotongan kompensasi warga.

Pada sore harinya, Menteri Transmigrasi mengunjungi warga yang masih menolak program transmigrasi lokal di Kelurahan Sembulang, Galang. Meskipun disambut dengan spanduk penolakan, Menteri Iftitah tetap menyalami warga satu per satu dan mendengarkan aspirasi mereka. Warga memberikan tepuk tangan ketika Menteri memastikan bahwa program transmigrasi bersifat sukarela dan tidak ada unsur paksaan.

“Program transmigrasi bersifat sukarela. Jika ada pemaksaan, saya bisa masuk penjara. Namun, di sisi lain, warga juga tidak boleh memaksa sesama warga. Jika ada yang ingin pindah, jangan diintimidasi agar tetap bertahan. Kita harus saling menghargai keputusan masing-masing,” tegas Menteri Iftitah.

Dalam kesempatan tersebut, Menteri Iftitah juga menitipkan bingkisan Lebaran dari Presiden melalui Lurah setempat untuk dibagikan kepada warga.

Pada hari kedua kunjungannya, Menteri Transmigrasi mengunjungi masyarakat di Pasir Panjang dan mengadakan dialog usai melaksanakan salat Dzuhur berjamaah. Sementara itu, pada hari ketiga, ia melaksanakan salat Idulfitri bersama masyarakat Kelurahan Sembulang di Masjid Al Fajri.

Dari berbagai dialog yang dilakukan, Menteri Iftitah menyimpulkan bahwa masyarakat Rempang pada dasarnya tidak menolak program pembangunan pemerintah. Namun, mereka menginginkan agar ruang hidup mereka tetap dihargai. Selain itu, realitas di lapangan menunjukkan bahwa ada masyarakat yang setuju mengikuti program transmigrasi lokal, sementara sebagian lainnya masih menolak.