Depok || Radarpost.id
Pemkot Depok berencana menambah sarana pemasaran bagi pelaku usaha mikro, melalui pengadaan food truck yang dapat bergerak secara mobile di berbagai titik lokasi keramaian. Untuk 2027, sebanyak dua unit food truck telah disetujui dalam rencana penganggaran.
Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro (DKUM) Kota Depok, Mohamad Thamrin mengatakan, pihaknya sebelumnya mengusulkan 11 food truck agar setiap kecamatan memiliki satu unit. Namun, keterbatasan kemampuan anggaran membuat pengadaan pada 2027 baru disetujui dua unit.
“Untuk tahun 2027 itu saya mengajukan sebenarnya 11 food truck buat setiap kecamatan agar punya satu-satu. Tapi karena kemampuan anggaran kita terbatas, kemarin baru disetujui dua” beber Thamrin, Selasa (18/8/2026).
Thamrin berharap, pengadaan dapat ditambah pada tahun-tahun berikutnya sehingga seluruh 11 kecamatan di Kota Depok memiliki food truck dengan konsep atau tema masing-masing.
Menurutnya, keunggulan food truck terletak pada sifatnya yang dapat berpindah dan dibawa ke mana saja, sehingga dapat mendatangi berbagai pusat keramaian dan kegiatan besar.
Sarana tersebut nantinya dapat digunakan pelaku UMKM untuk berjualan dalam berbagai kesempatan, seperti kegiatan wisuda perguruan tinggi, acara di Depok Open Space (DOS), hingga kawasan stasiun dan terminal.

“Misalnya ada wisuda UI, mereka sama-sama 11 food truck-nya menjajakan barang dagangannya di UI. Ada event di Depok Open Space juga bisa menjajakan di sana,” kata Thamrin.
Selain kegiatan tertentu, food truck juga diharapkan dapat beroperasi secara rutin di lokasi yang memiliki potensi pasar, termasuk pada pagi hari di sekitar stasiun dan terminal.
Thamrin menjelaskan, pengelolaan food truck akan diserahkan kepada pengurus UMKM di masing-masing kecamatan. Pemerintah Kota Depok berperan menyediakan sarana sekaligus memberikan fasilitas, termasuk membantu perizinan lokasi apabila diperlukan.
“Pengelolaannya kita serahkan kepada pengurus UMKM kecamatan. Mereka kita kasih kewenangan penuh. Kita pemerintah hadir dan memfasilitasi,” ujarnya.
Sementara, untuk biaya operasional seperti bahan bakar dan honor pengemudi, akan menjadi tanggung jawab pengelola UMKM. DKUM Kota Depok akan melakukan penilaian untuk menentukan kecamatan yang dinilai paling siap mengelola fasilitas tersebut.
“Yang kecamatan semangat, yang pengelolaannya sudah siap, kita dahulukan mereka,” kata Thamrin.

Thamrin menilai, food truck lebih fleksibel dibandingkan tempat usaha permanen karena dapat berpindah mengikuti pusat keramaian. Satu unit juga dapat digunakan secara bergantian oleh sejumlah pelaku UMKM dalam beberapa waktu operasional.
“Satu mobil itu bisa 10 UMKM masuk di situ dengan produk yang berbeda-beda. Ada shift pagi, siang, malam,” katanya.
Sementara itu, Ketua Komisi B DPRD Kota Depok, Hamzah mengatakan, program Jualan Sama-Sama (JUSS) UMKM Naik Kelas merupakan bagian dari janji Walikota dan Wakil Walikota Depok yang telah masuk dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD).
Karena itu, sambungnya, Komisi B DPRD Kota Depok akan mendorong penganggaran program tersebut agar dapat direalisasikan secara optimal.
“Kalaupun prosesnya tadi yang disampaikan Pak Kadis DKUM ada minta ditambah, pasti kami akan perjuangkan di badan anggaran,” ujar Hamzah.
Selain mendukung pengadaan food truck, Komisi B DPRD Depok juga mendorong pembangunan sentra UMKM di setiap kecamatan. Sentra tersebut diharapkan menjadi ruang bagi pelaku usaha untuk berjualan secara bersama-sama sekaligus meningkatkan daya tarik kawasan.

Hamzah menilai, sentra UMKM tidak cukup hanya menyediakan tempat berjualan. Konsepnya harus dibuat menarik dengan fasilitas pendukung seperti spot foto, musik, dan suasana yang nyaman agar mampu mendatangkan pengunjung.
“Harus ada sentra UMKM. Tapi bikin sentra UMKM yang tidak membosankan, yang menarik, ada spot foto dan lain sebagainya,” kata Hamzah.
Menurutnya, daya tarik sebuah sentra UMKM tidak semata-mata ditentukan oleh harga atau jenis produk yang dijual, tetapi juga pengalaman yang ditawarkan kepada pengunjung.
“Banyak yang viral-viral itu justru makanannya biasa-biasa saja,” ucap Hamzah memungkasinya. (**).













