Jakarta|| Radarpost.id
Ribuan pekerja yang tergabung dalam keluarga besar Hotel Sultan menggelar aksi demonstrasi pada Kamis, (18/6), sebagai bentuk penolakan terhadap rencana eksekusi yang berkaitan dengan sengketa antara pemilik hotel, Pontjo Sutowo, dan pemerintah.
Dalam aksi yang berlangsung di halaman Hotel Sultan tersebut, para pekerja menyuarakan kekhawatiran mereka terhadap dampak sosial dan ekonomi yang dapat timbul apabila proses eksekusi tetap dilaksanakan. Mereka menilai langkah tersebut berpotensi memengaruhi keberlangsungan usaha hotel dan nasib ribuan tenaga kerja yang selama ini menggantungkan hidupnya pada sektor perhotelan.

Melalui berbagai orasi, para demonstran menyampaikan bahwa eksekusi yang dilakukan saat ini dikhawatirkan akan menambah jumlah pengangguran di tengah upaya pemulihan ekonomi dan penciptaan lapangan kerja. Para pekerja juga menegaskan bahwa keberlangsungan operasional Hotel Sultan memiliki arti penting bagi kesejahteraan karyawan beserta keluarganya.
Menurut peserta aksi, kebijakan yang berpotensi mengurangi kesempatan kerja dinilai tidak sejalan dengan semangat pemerintah dalam memperluas lapangan pekerjaan. Mereka mengaitkan aspirasi tersebut dengan program pembangunan ekonomi yang selama ini didorong oleh Presiden Prabowo Subianto, khususnya dalam upaya membuka peluang kerja bagi masyarakat.
“Kami berharap pemerintah dapat mempertimbangkan nasib ribuan pekerja yang bergantung pada operasional Hotel Sultan. Kami ingin ada solusi yang tidak merugikan tenaga kerja,” ujar salah satu peserta aksi dalam orasinya.
Aksi demonstrasi berlangsung dengan tertib di area hotel. Para pekerja membawa berbagai spanduk dan menyampaikan tuntutan agar proses eksekusi ditunda atau ditinjau kembali hingga ditemukan solusi yang dinilai dapat melindungi kepentingan seluruh pihak, termasuk para karyawan.
Massa aksi menyatakan akan terus menyuarakan aspirasi mereka dan berencana melanjutkan demonstrasi hingga tuntutan yang mereka sampaikan mendapat perhatian serta respons dari pihak terkait.
Sengketa yang melibatkan Hotel Sultan dalam beberapa waktu terakhir menjadi perhatian publik karena tidak hanya menyangkut persoalan hukum dan aset, tetapi juga berdampak langsung terhadap keberlangsungan usaha serta nasib ribuan pekerja di sektor perhotelan.













