Cepat dan Akurat Hadirkan Fakta
Login

Sultan Sepuh Cirebon dan Dewan Adat Nusantara Dukung Platform Patriot, Dorong Realisasi Dana Abadi Kebudayaan

banner 120x600
  • || JAKARTA || RADAR POST.ID ||

Dukungan terhadap pelestarian budaya Nusantara melalui teknologi digital kembali menguat setelah Dewan Adat Nusantara secara resmi menyatakan komitmennya untuk berkolaborasi dengan platform Patriot, sebuah inisiatif digital yang mengangkat tradisi dan warisan leluhur ke ranah publik modern.

Pernyataan dukungan disampaikan langsung oleh Sultan Sepuh Cirebon, Heru Rusyamsi, SH, MH, serta Wakil Ketua Hubungan Komunikasi antara Kesultanan dan Negara, Raden Sandy MJ Tumiwa, SH, dalam sebuah forum budaya yang digelar di Cirebon, baru-baru ini.

Patriot adalah platform yang kami tunggu-tunggu. Ini penting untuk memberikan edukasi positif bagi generasi muda tentang tradisi dan budaya,” ujar Sultan Heru. “Dewan Adat Nusantara, sebagai lembaga yang dirintis oleh pendiri bangsa Ir. Soekarno dan menaungi para raja serta sultan di Nusantara, akan selalu mendukung program budaya seperti ini.”

Sultan Heru menekankan bahwa sejarah Indonesia tidak dapat dipisahkan dari peran kerajaan dan kesultanan yang telah menjadi fondasi sosial dan budaya sebelum lahirnya negara modern. Oleh karena itu, keterlibatan para raja dan sultan dalam pelestarian budaya bukan hanya simbolik, melainkan merupakan bagian penting dalam membangun karakter bangsa.

Senada dengan itu, Raden Sandy MJ Tumiwa, yang baru saja menerima gelar kehormatan dari Kesultanan Cirebon, menekankan pentingnya sinergi antara komunitas adat, pemuda, dan media untuk mengangkat budaya lokal ke panggung dunia.

“Kami ingin generasi muda, khususnya Gen Z, tidak malu memakai blangkon, kebaya, atau batik. Mereka harus bangga dengan tradisi leluhur karena mereka lahir di tanah Nusantara, bukan di negeri antah-berantah,” ujarnya.

Raden Sandy menambahkan, Dewan Adat Nusantara siap menjadi mitra strategis dalam produksi konten budaya yang berkualitas dan menarik bagi publik masa kini. Ia menyebut bahwa lewat pendekatan digital, konten budaya Indonesia berpotensi menembus pasar global dan sejajar dengan industri hiburan seperti Hollywood atau Bollywood.

Dalam forum yang sama, Sultan Heru menyampaikan harapan besar atas realisasi Dana Abadi Kebudayaan yang sebelumnya dijanjikan oleh Presiden terpilih Prabowo Subianto. Ia menilai dana tersebut dapat menjadi penggerak utama pelestarian budaya yang berkelanjutan.

“Dana Abadi Kebudayaan sangat kami harapkan agar dapat memperkuat upaya pelestarian warisan budaya bangsa. Jika dana ini disalurkan dengan baik, desa-desa adat, keraton, dan kesultanan di seluruh Indonesia bisa menjadi pusat pendidikan budaya yang mandiri,” tegasnya.

Dewan Adat Nusantara juga mengapresiasi terbukanya ruang dari pemerintah bagi lembaga adat untuk ikut serta dalam pembangunan karakter nasional. Mereka menekankan pentingnya membangun sinergi antara negara dan kekuatan adat sebagai bagian dari kekayaan identitas Indonesia.

“Kita perlu sinergitas alami antara masyarakat, pelaku budaya, dan media. Bersama-sama kita promosikan kebudayaan Nusantara agar menjadi daya tarik dunia,” pungkas Raden Sandy.