Depok || Radarpost.id
Seniman Jalanan atau ‘Sejalan’ 2025 menampilkan panggung musik di festival musik jalanan di Depok Open Space (DOS), Jalan Margonda Raya, Kota Depok pada Sabtu (11/10/2025) malam. Penonton dimalam itu sangat ramai dan menikmati alunan musik yang dibawakan oleh grup musik jalanan.
Tidak hanya gelar konser musisi jalanan, tetapi juga “main event” untuk seniman jalanan. Acara ini diselenggarakan oleh Para Mahasiswa/i Universitas Indonesia Fakultas Fokasi, Jurusan Produksi Media.
Acara ini bertujuan untuk Mengapresiasi seniman jalanan dan menampilkan karya mereka dan memberikan ruang kepada seniman jalanan.

“Kita harus terus mendorong. Bagaimana musisi jalanan ini menjadi bagian dari seni Indonesia,” kata Ketua Panitia Penyelenggara Sejalan 2025, Nadhine Vricilya Caesarya Sihombing, saat ditemui radarpost.id, Sabtu (11/10/2025) di DOS.
Nadhine Vricilya Caesarya Sihombing, yang akrab disapa Nadhine, menilai hal ini juga bagian dari upaya Sejalan, menyiapkan wadah untuk musisi jalanan untuk bisa berkreasi yang ada di Kota Depok.
“Kami juga menggandeng Institut Musik Jalanan (IMJ), sebuah institut yang menampung para pengamen jalanan untuk mengembangkan kemampuannya dalam menulis lagu, melakukan rekaman musik, hingga mengajarkan cara agar dapat tampil didepan publik,” katanya.
Nadhine, menuturkan Seni Musik memang penting untuk dibangun. Selain untuk melestarikan, panggung musik telah dicoba di satu titik sebelumnya yakni di DKI Jakarta. Namun di Kota Depok juga tak kalah menariknya.

“Agar bisa berkreasi dan berinovasi dengan seni. Dan bagaimana karya seni para musisi mampu memberikan hiburan segar dan pencerahan yang menghibur,” ujar Nadhine.
“Terlihat suasana makin ramai setelah musik dimainkan. Warga berjoget bersama mengikuti irama musik, warga merasa terhibur dengan adanya live music jalanan,” ucapnya.
“Ya asik lah ada hiburan, tadi sudah dengar dari jauh ini suara musik dari mana, deketin, ya sudah jogetin aja,” tuturnya.
Masyarakat akan disuguhi berbagai acara menarik, di antaranya panggung ekspresi seni dan kreativitas anak muda, menampilkan hiburan dari 5 musisi, pantomim, musik tarot, violin, angklung. Diakhiri oleh penampilan grup musik the pocin’s.

“Berkarya dan bermusik dengan cara mereka sendiri”. Yap, itu yang dilakukan oleh pengamen jalanan, musisi jalanan kita,” tuturnya.
Tidak dipungkiri, kata Nadhine masih banyak masyarakat yang memandang sebelah mata atas profesi ini, karena tidak sedikit musisi jalanan memberikan image penampilan yang mungkin tidak bisa diterima oleh kebanyakan orang.
“Disini kami hadir untuk memberikan ruang berekspresi para musisi musik jalanan, kita ajak mereka menampilkan karya yang terbaiknya,” katanya.

Masalah tidak berhenti di situ saja, musisi jalanan harus berhadapan dengan masalah peraturan di beberapa daerah yang melarang adanya aktivitas jalanan.
“Jadi, jangan dipandang sebelah mata lagi yaaa! Pengamen jalanan adalah musisi jalanan kita! Mereka aset bangsa kita lho.. Bila diarahkan dengan benar, mereka bisa menghasilkan karya-karya indah dan membuat Indonesia bangga,” ungkap Nadhine. (**).













